WARUNG INFOR NASI "MAS ARUL"

Tikungan Ceulibadak, Munjul, Jl. Ipik Gandamanah, Purwakarta, Jawa Barat

  • Oleh Arulmaster

  • Data 10 Pengunjung Terakhir

  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

    Bergabunglah dengan 58 pengikut lainnya

Motivasi Dan Pengembangan Diri


Hadiah

Bayangkan ada sebuah bank yang memberi pinjaman kepada Anda sejumlah Rp. 86.400,- setiap paginya. Semua uang harus Anda gunakan karena pada malam hari, bank akan menghapus sisa uang yang tidak Anda gunakan selama sehari. Coba apa yang akan Anda lakukan? Tentu saja menghabiskan semua uang itu.

Setiap dari kita memiliki bank seperti itu, bernama WAKTU. Setiap pagi ia akan memberi Anda 86.400 detik. Pemilik bank itu yaitu Tuhan, akan menghapus sisa waktu yang tidak Anda gunakan. Ia tidak memberikan waktu tambahan. Setiap hari ia akan membuka rekening baru untuk Anda. Setiap malam ia akan menghanguskan yang tersisa. Jika Anda tidak menggunakannya dengan baik, maka rugilah Anda. Anda tidak bisa menariknya kembali. Dan Anda tidak bisa meminta ‘uang muka’ untuk keesokan harinya. Anda harus hidup di dalam simpanan hari ini. Maka dari itu, investasikanlah untuk  kesehatan, kabahagiaan dan kesuksesan Anda.

Jam terus berdetak, gunakanlah waktu Anda sebaik-baiknya.

Agar tahu arti pentingnya waktu SETAHUN, tanyakanpada murid yang gagal naik kelas.

Agar tahu arti pentingnya waktu SEBULAN, tanyakan pada ibu yang melahirkan bayi prematur.

Agar tahu arti pentingnya waktu SEMINGGU, tanyakan pada editor majalah mingguan.

Agar tahu arti pentingnya waktu SEJAM, tanyakan pada kekasih yang menunggu untuk bertemu.

Agar tahu arti pentingnya waktu SEMENIT, tanyakan pada orang yang ketinggalan pesawat terbang.

Agar tahu arti pentingnya waktu SEDETIK, tamyakan pada orang yang terhindar dari kecelakaan.

Agar tahu arti pentingnya waktu SEMILIDETIK, tanyakan pada pemenang medali perak  Olimpiade.

Orang Yang Menghalangi Anda

Bagaimana bila ada seseorang yangsedemikian ngotot menghalangi Anda untuk mencapai sukses? Bagaimana jika orang itu juga selalu menggagalkan rencana Anda? Bagaimana perasaan Anda terhadap orang itu? Bagaimana jika orang itu selalu muncul dengan membawa segudang alasan untuk menghalangi Anda bertindak?

Dan bagaimana jika ternyata orang itu adalah Anda sendiri? Bisa jadi. Ada kemungkinan diri sendiri adalah musuh yang paling besar dalam menghalangi sukses kita sendiri.

Pernahkah Avda memergoki diri Anda sendiri berkata, “Tidak mungkin aku bisa melakukan itu, karena…” Tidakkah suara kecil itu yang menghalangi tujuan Anda? Dan membawa alasan bahwa itu tidak mungkin?

Keterbatasan yang Anda miliki memang menuntut Anda membatasi diri. Tapi keputusan itu tetap di tangan Anda. Suara kecil itu silakan bicara apa saja.

Relakah Anda dipenjara keterbatasan? Tidak bukan? Bayangkan kesuksesan yang bisa Anda capai bila Anda 100% mendukung diri Anda sendiri.

Jadilah Cangkir Yang Cantik

Anda pastinya tahu dari apakah cangkir keramik itu dibuat. Tanah liat, tepat sekali. Tapi apakah Anda bagaimana cangkir keramik itu dibuat? Prosesnya sangat panjang. Mulai dari dipukul-pukul dulu, diputar-putar dulu, dijemur dulu, dan dibakar. Selesai? Belum. Mereka harus dicat dan kembali dipanaskan. Setelah semuanya beres barulah mereka di tempatkan di tempat yang indah, etalase.

Seperti itulah Tuhan membentuk kita. Melalui berbagai proses panjang yang sangat menyakitkan. Tinggal bagaimana kita mampu bertahan selama proses pembentukan itu. Akankah kita melewati semua proses itu dan layak mendapat tempat yang indah yaitu syurga? Ataukah kita akan gagal dan dilempar jauh ke tempat sampah yaitu neraka?

Hati Adalah Penampung Masalah

Jika Anda merasa saat ini ada dalam masalah besar, tahukah apa penyebabnya? Mari kita lihat perbandingan antara gelas dan danau. Persamaannya, kedua-duanya bisa menampung air. Perbedaanya, tentu saja pada kapasitasnya dalam menampung air. Jika kita menaruh sesendok garam ke dalam air di gelas, apa rasanya? Asin pastinya. Tapi jika kita menaruh sesendok garam ke dalam air di danau, apa rasanya? Takkan berasa apa-apa.

Nah, itulah perumpamaannya. Garam diumpamakan sebagai masalah. Gelas dan danau diumpamakan hati. Jika hati kita sekecil gelas, maka masalah sekecil apapun akan sangat terasa. Tapi jika hati kita sebesar danau, maka masalah sebesar apapun  tak akan terasa.

Sebaliknya, dalam menyikapi nikmat, jadilah hati kita air di gelas. Sehingga seberapa kecilpun nikmat itu akan terasa, dan kita akan mensyukurinya. Jika hati kita air di gelas, nikmat aut takkan terasa dan kita tidak akan bisa hidup bahagia.

Pada intinya, jika kita mendapat masalah, besarkanlah hati kita. Tapi jika kita mendapat nikmat, keilkanlah hati kita.

Apakah artikel di atas bermanfaat? Beri tanggapan Anda pada kolom di bawah ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: