WARUNG INFOR NASI "MAS ARUL"

Tikungan Ceulibadak, Munjul, Jl. Ipik Gandamanah, Purwakarta, Jawa Barat

  • Oleh Arulmaster

  • Data 10 Pengunjung Terakhir

  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

    Bergabunglah dengan 58 pengikut lainnya

Live Chess Di Chess.Com, Berani Lawan Arulmaster?

Posted by Arulmaster pada 12 Februari 2012


Chess is my life. Itulah slogan saya. Dan karena itu pula nama panggilan saya ‘Arulmaster’. Arulmaster sebenarnya bukan master sungguhan. Saya tidak ada apa-apanya jika disejajarkan dengan Megaranto atau Utut Adianto.

Tapi hobi tetaplah hobi yang tak mudah untuk saya hilangkan. Hobi ini berawal sejak saya duduk di bangku SMP. Saat ada turnamen di sekolah, iseng-iseng saya ikut karena yakin dengan kemampuan sendiri. Sistem yang dipakai adalah sistem gugur, harus hati-hati tentunya. Lawan pertama, saya hadapi. Saya kalah, 0-1. Tapi ada kesempatan sekali lagi untuk menyamakan kedudukan. Kalah lagi, 0-2. Kalahnya bahkan lebih memalukan dari yang pertama, checkmate dalam 3 langkah. Gugur pastinya. Usut punya usut, lawan saya tadi ternyata keluar sebagai pemenang dalam turnament itu.

Berangkat dari kekalahan yang menyakitkan itu, saya belajar lebih keras lagi. Sayang, tak ada buku atau pelatih yang bisa mengajarkan saya. Saya mengembangkan kemampuan saya sendiri. Berhasil memang. Saya menjadi pecatur yang disegani lawan di kampung saya sendiri.

Setamat STM, saya merantau ke kota lain untuk belajar mandiri. Sejak itulah hobi saya ini agak sulit tersalurkan. Hanya kadang-kadang saja saya bermain catur. Itu pun saya kurang puas karena kebanyakan lawan tak sepadan.

Suatu waktu, saya menemukan sebuah tempat yang pas untuk menyalurkan hobi ini. Sebuah warung kopi dengan meja-meja caturnya. Tempatnya ramai oleh para pemain catur. Ah, boleh dicoba nih, pikir saya. Setelah menunggu giliran main, akhirnya bisa main juga. Saya tidak kenal dengan lawan yang akan saya hadapi, karena tempat tinggal saya pun jauh dari tempat ini.

Permainan dimulai. Plak plik pluk plak plik pluk, berakhir game pertama. Bagaimana hasilnya? Saya kalah. Ini bukan turnaman, jadi masih banyak kesempatan untuk membalas kekalahan. Game yang kedua, ternyata saya kalah lagi. Game yang ketiga, keempat dan sampai yang ketujuh, tak ada satu pun lawan saya memberi kesempatan untuk membalas. 0-7. Akhirnya saya pulang dengan kaki lamas.

Usut punya usut lagi, ternyata lawan saya yang tadi adalah langganan pemenang kejuaraan turnamen setingkat kabupaten. Yah, wajar saja kalau saya kalah.

Malam harinya, saya belum bisa melupakan kekalahan telak tanpa balas itu. Hmm, saya perlu belajar lebih serius lagi. Saya jatuhkan pilihan untuk membeli Sony PS2. Beli Sony PS2 hanya untuk belajar catur? Kedengarannya agak gila.

Setelah uang terkumpul, jadilah saya membeli PS dan main Chessmaster 11. Belajar dan belajar. Catur dan catur. Sampai-sampai orang-orang di sekitar saya geleng-geleng kepala. Ada peningkatan memang. Buktinya saya sudah mulai bisa mengalahkan sang juara kabupaten, meskipun saya akui masih berada di bawahnya. Sayangnya, belum genap setahun PS sudah ngadat. Ya, mungkin dia pusing karena saya ajak main catur terus.

Saya tak mau memperbaikinya dan akhirnya saya jual. Saya harus kumpul-kumpul uang lagi karena target saya adalah komputer. Beli komputer hanya untuk belajar catur? Kedengarannya lebih gila. Dan saya tidak peduli dengan omongan orang tentang kegilaan saya ini. Namanya juga gila, hehehe….

Singkat cerita, komputer sudah bisa saya dapatkan, dengan perjuangan yang lebih keras tentunya. Hampir satu tahun saya memakai komputer hanya untuk mein catur offline. Jelas saja saya tidak tahu fungsi-fungsinya. Jadi saat ada keanehan-keanehan muncul saya tidak bisa mengatasinya. Mau tidak mau saya ‘dipaksa’ memahami komputer. Sedikit demi sedikit saya mulai paham tentang komputer.

Saya kurang puas kalau belajar komputer secara otodidak. Susah bahkan terkadang jika ada problem malah semakin rumit dibuat sendiri. Kemana saya harus bertanya? Ke internet, ya itu dia. Modem pun saya beli. Hore… senangnya bisa internetan. Tapi dasar otak catur, saya pakai internet untuk main catur juga, live chess di chess.com. Aktifitas ini saya lakukan selesai aktifitas utama, yaitu cari nafkah. Karena tak mungkin saya kerja sambil online catur. Jadi pada saat kerja dan ada waktu, saya gunakan untuk browsing. Browsing inilah yang membawa saya tertarik untuk membuat blog dan karena blog ini maka semua yang saya tulis termasuk tulisan yang sedang anda baca ini sampai ke anda. Dari catur ke blog, jauh sekali kan?

Nah, itulah ceritanya. Sekarang saya akan mengajak anda yang punya hobi sama dengan saya untuk bermain catur dengan saya. Berani Lawan Arulmaster? Kalau memang berani, anda harus daftar dulu di chess.com. Mau tahu caranya? Ayo ke: Warung Saya

Klik gambar di atas juga bisa untuk daftar ke chess.com

Klik pada ‘Register’ kemudian lengkapi data-data anda. Setelah selesai, klik ‘Create My Account’. Anda sudah menjadi member. Dan chess.com memberi modal rating kepada anda sebesar 1200. Rating adalah nilai peringkat yang bisa menandakan kelas seorang pemain catur. Silakan bermain dan naikkan rating anda. Jika berhasil naik ke rating 1700 ke atas, anda baru boleh melawan Arulmaster. Saya tidak mau melawan pemegang rating di bawah 1700, ini soal harga diri, hehehe…..

Itu saja coretan dari saya, yang hobi catur saya tunggu di chess.com. Salam.

Apakah artikel di atas bermanfaat? Beri tanggapan Anda pada kolom di bawah ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: